Kapal,Waktu,Dan Tempatku Bermuara
*putar lagu diatas sebelum membaca,mulai detik 30 ya 😘
Setelah sekian lama berlabuh..
berlabuh dalam keterpurukan yang membuatku, sang nakhoda,
tak mampu membawa kapal ini ke mana pun.
Tapi di sanalah letak kesalahanku.
Kapal tak seharusnya selalu berlayar,
dan nakhoda tak selamanya harus berdiri di anjungan.
Hari itu, aku membuat keputusan:
turun dari kapalku sendiri.
Dengan langkah berat dan dada sesak,
kuturuni satu per satu anak tangga kapal ini.
Kosong. Berat. Enggan.
Tapi harus.
Lalu kutemukan kapal kecil,
di lambungnya tertulis:
Waktu.
Di atasnya berdiri Takdir,menyambutku dengan senyuman,
seolah tahu aku sudah sampai pada titik patah.
Ia mengemudikan kapal itu perlahan,
membawaku entah ke mana,
tanpa peta, tanpa kompas.
Waktu berlalu.
Aku terombang-ambing bersama mereka di lautan tak bernama.
Kadang langit terlalu dekat,
kadang laut terlalu dalam.
Sampai akhirnya—
dari kejauhan, aku melihatnya.
Tempat itu tenang. Biasa saja.
Tak lebih istimewa dari tempat-tempat lain yang pernah kulalui.
Tapi ada sesuatu yang berbeda.
Aku... tak tahu itu muara.
Tak tahu bahwa di sanalah
air akhirnya berhenti bertanya.
Dan waktu serta takdir,
masih terus membawaku ke sana.
Dan ternyata, di ujung sanalah ada kamu
yang ku temukan setelah seluruh pelayaran ini.
Di sana, aku menyadari,
mungkin aku tak perlu lagi berlayar.
Mungkin semesta hanya ingin aku bersama kamu.
Kamu yang sederhana
senyummu hangat, tak perlu kata-kata untuk mengusir sepi.
Kamu tak terlalu tinggi,
tapi setiap kali aku menatapmu,
aku merasa dunia ini pas di bawah kaki kita.
Kecantikanmu bukan tentang rupa yang terdefinisi jelas,
tapi tentang cara kau memberi ruang untuk dunia
tanpa membiarkannya mengekangmu.
Kamu yang memberi kedamaian yang tak pernah kusempat rasakan
dalam riuhnya dunia.
Yang mengajarkan aku bahwa terkadang,
berhenti bukan berarti menyerah.
Berhenti berarti menemukan tujuan yang selama ini tersembunyi
di balik perjalanan yang panjang.
Akhirnya, kamu lah tempatku bermuara
bukan karena aku mencarimu,
tapi karena aku tahu,
setelah semua pencarian yang panjang,
tak ada lagi yang perlu dicari.
Kamu adalah akhir yang sebenarnya,
tempat di mana aku akhirnya menemukan diriku.
Dalam keheninganmu, aku belajar bahwa kedamaian itu bukan sesuatu yang dicapai,
tapi sesuatu yang diterima dengan lapang.
Dan di sana, di dalammu, aku menemukan rumah yang tak pernah kucari—
rumah yang mengerti aku lebih dari kata-kata,
lebih dari langkah-langkah yang kuambil untuk sampai.
Kamu bukan akhir dari perjalanan,
kamu adalah tujuan yang aku lupakan
yang selama ini tersembunyi dalam setiap takdir yang mempertemukan kita.








Comments
Post a Comment