Antah berantah di ujung pelayaran menemukan mu

 pada pelayaran kali ini, aku labuhkan kapal harapan ini di area antah-berantah di mana di tempat ini berlabuh banyak kapal-kapal harapan bermuatan ekspektasi orang -orang yang tak lagi memiliki tujuan.
 
begitu pun dengan kapal ini, yang bermuatan semua harapan dan ekspektasi ku terhadap mu yang kini tak dapat kujadikan tujuan kembali. 
hati ini selaku kepala kamar mesin bertanya, kenapa ku labuhkan kapal  di tempat penuh keputusasaan ini? 

aku hanya bisa menjawab " kita memang sudah putus asa, kita telah kehilangan seorang navigator yang begitu aku cintai ( Kamu ). sebuah kapal tak dapat lagi berlayar tanpa navigator "

akulah logika, seorang nakhoda di kapal ini dengan terus meyakinkan hatiku bahwa kita tak dapat lagi berlayar tanpa tujuan. ini adalah keputusan ku!.
 
pikirku tak apa kita berlabuh disini,meski entah akan berapa lama kita bertahan disini sampai seorang navigator yang baru akan datang yang pada kenyataan nya apakah aku akan dapat menerima kembali navigator selain kamu? 
 
oleh karena itu,izinkan aku mengabadikan semua kenangan mu selama berada disini. izinkan aku menjadikanmu kisah dalam setiap paragraf-paragraf penuh keputusasaan yang akan aku ceritakan.
  
dan pada akhirnya dengan ucapan bismillah akan ku abadikan kamu dalam sebuah jendela dunia bertajuk " monolog seorang nakhoda " dimana didalam nya ada seluruh senyum mu serta keputusasaan ku terhadap mu yang akan abadi nantinya.  

coming soon!!


Comments

Post a Comment

Popular Posts